
Masa usia 4–5 tahun dikenal sebagai periode emas perkembangan anak, di mana berbagai kemampuan fisik, kognitif, emosi, hingga kemandirian mulai terlihat dengan lebih jelas. Di tahap ini, anak sudah mulai mengeksplorasi dunia sekitarnya dengan rasa ingin tahu yang tinggi. Memahami tugas perkembangan pada usia ini sangat penting agar orang tua dapat memberikan stimulasi yang tepat dan mendeteksi dini jika ada keterlambatan.
Anak pada usia ini berada pada tahap perkembangan pesat di berbagai aspek. Secara fisik, mereka semakin lincah dengan kemampuan motorik kasar seperti melompat dengan satu kaki dan motorik halus seperti menggambar lingkaran atau orang sederhana. Dari sisi kognitif, anak mulai mengenal angka, warna, bentuk, serta senang bertanya dan bercerita. Secara sosial-emosional, mereka belajar bermain bersama teman sebaya, mampu mengekspresikan perasaan, dan mulai tenang saat ditinggal sebentar oleh orang tua. Sementara itu, kemandiriannya berkembang dengan kemampuan berpakaian, makan, hingga menggosok gigi sendiri meski masih butuh pengawasan. Lalu apa saja tugas/tahap perkembangan dari anak usia ini?
Tugas perkembangan anak usia 4-5 tahun meliputi 4 aspek:
- Motorik kasar dan halus, seperti:
- Berdiri 1 kaki 6 detik
- Melompat-lompat 1 kaki
- Menari
- Menggambar tanda silang
- Menggambar lingkaran
- Menggambar orang dengan tiga bagian tubuh
- Kemampuan berbahasa, kognitif seperti:
- Menyebut nama lengkap tanpa dibantu
- Senang menyebut kata-kata baru
- Senang bertanya tentang sesuatu
- Menjawab pertanyaan dengan kata-kata yang benar
- Bicaranya mudah dimengerti
- Bisa membandingkan/membedakan sesuatu dari ukuran dan bentuknya
- Menyebut angka, menghitung jari
- Menyebut nama-nama hari
- Emosi dan psiko-sosial, seperti:
- Bereaksi tenang dan tidak rewel ketika ditinggal ibu
- Kemandirian, seperti:
- Berpakaian sendiri tanpa dibantu
- Menggosok gigi tanpa dibantu
Mengetahui tugas perkembangan anak di usia ini membantu orang tua memahami apakah anak tumbuh sesuai tahapannya atau memerlukan stimulasi tambahan. Setiap anak unik dan memiliki waktu perkembangan masing-masing. Namun, jika ada kekhawatiran tentang keterlambatan, segera konsultasikan dengan tenaga profesional seperti terapis tumbuh kembang untuk penanganan lebih lanjut.
